Rabu, 28 Desember 2011

Jawaban Tentang HS Kami ( 2 )



Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya, Jawaban Tentang HS Kami ( 1 ).
6. Bagaimana sosialisasinya, bagaimana pergaulannya ?
Anak Homeschooling belajar dari siapa saja, tak ada batasan dalam pergaulannya. Bisa dengan orang dewasa sebaya maupun dibawahnya. Alhamdulillah sampai sekarang anak-anakku masih suka disamperin sama teman-temannya baik sebaya maupun dibawahnya. mengenai pergaulan justru kami agak prihatin dan khawatir melihat berita-berita tentang  pergaulan anak-anak sekolah jaman sekarang.
7. Bagaimana Ijazahnya nanti..bagaimana masa depannya,
Saat ini memang ijazah dianggap harga mati untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Ijazah selalu dihubungkan dengan pekerjaan dan Kesuksesan,dan Kesuksesan sendiri masih banyak diidentikkan dengan banyaknya  kekayaan materi, jabatan dan sejenisnya. Namun tiap keluarga mempunyai penillaian yang berbeda dalam memandang sebuah kesuksesan. Namun demikian bukan berarti kami menganggap bahwa ijazah tidak penting bagi kami, namun ada hal yang mungkin lebih penting yaitu skill. Mungkin bagi yang bercita-cita ingin menjadi PNS ijazah mutlak diperlukan. Untuk anak Homeschooling ijazah  bisa didapatkan melalui ujian kesetaraan paket.  Dan saat ini memang peraturan pemerintah masih belum berpihak kepada praktisi Homeschooling yang menginginkan ijazah bagi anak-anaknya. Saai ini kami sedang mencari informasi sebanyak-banyaknya dan mempertimbangkan untuk mencari alternatif lain selain mengikuti ujian paket., semisal dengan mengikuti ujian Cambrige. Hmm..Kelihatannya memang keinginan yang muluk, melihat bahwa kami hanyalah lulusan SMA yang Bahasa Inggrisnya juga minim. Namun kami berusaha optimis dan senantiasa belajar dan terus belajar. Inilah enaknya Homeschooling, orang tua dituntut untuk ikut belajar bersama anak-anak.
Smile

Kamis, 15 Desember 2011

Jawaban Tentang HS Kami ( 1 )

?Hampir setiap keluarga HSbaru akan menghadapi beragam reaksi dari lingkungan sekitar, entah itu keluarga, teman kerja, tetangga maupun sekolah ( bagi keluarga HS yang tadinya menyekolahkan anaknya di sekolah formal ).Begitu juga yang dialami keluarga kami.  Saat kami memutuskan banyak pertanyaan-pertanyaan ditujukan kepada kami. Dan berikut adalah pertanyaan maupun pernyataan yang sering kami terima :

1. Homeschooling di mana ?
Pertanyaan ini timbul karena pengertian Homeschooling di masyarakat sendiri masih rancu. Sebagian besar masih mengangggap bahwa Homeschooling adalah sebuah lembaga. Sedangkan menurut informasi yang kami dapat dari praktisi Homeschooling, Homschooling bukanlah sebuah lembaga. Homeschooling ( Home Education ) adalah ketika keluarga memilih untuk bertanggung jawab dan menyelenggarakan sendiri pendidikan anaknya dan tidak mengirimkan anaknya ke sekolah. Di Indonesia sendiri memang banyak lembaga yang mengatasnamakan Homeschooling, yang sebenarnya lebih tepat dinamakan Bimbel, Kursus dan lain-lain.
3. Siapakah gurunya, trus anaknya ngapain aja di rumah..
Ada yang beranggapan bahwa Homeschooling adalah hanya memindahkan proses belajar mengajar ke rumah ( school at home ) sehingga dalam bayangannya orang tua mendatangkan guru prifat ke rumah. Dalam Homeschooling keluargalah yang menjadi pusat atau fokus. Orang tua mungkin bukan ahli segala-galanya. Namun peran orang tua disini adalah memfasilitasi mengarahkan hingga anak-anak bisa betul-betul bisa jadi pembelajar yang mandiri..Bisa saja orang tua memanggil guru atau yang ahli dalam bidang tertentu apabila diketahui anak memang sangat berminat pada suatu bidang dan orang tua memang tidak menguasainya. Apa yang dilakukan anak anak di rumah ? Tentu saja banyak hal yang bisa dilakukan. Anak Homeschooling bisa belajar kapan saja dimana saja. Setiap momen adalah pembelajaran, hal-hal  kecil yang  mungkin dianggap sepelepun bisa dijadikan proses belajar Dari melihat matahari sampai melihat seekor cicakpun bisa dijadikan obyek pembelajaran. Belajarpun bisa dengan apa saja, bisa bermain game, membantu masak di dapur, mencuci piring, bermain airpun adalah belajar, bisa belajar matematika, IPA, Agama, PPKN, secara langsung pula. ( Jadi ingat dulu pas anakku masih di PAUD, ada juga kegiatan main air, cuci piring, piring plastik, Alhamdulillah kalau sekarang sih cuci piring beneran juga dah bisa )
4. Oh..yang kayak artis itu ya..berarti orang kaya dong bisa ikut Homeschooling..Gajinya berapa ya.?..
Ada yang beranggapan bahwa Homeschooling adalah untuk orang kalangan tertentu, semisal  artis. Bagi kami sendiri tak terlintas untuk mengHSkan anak-anak karena ikut-ikutan kayak artis. Terlalu berat kalau sekedar ikut-ikutan. Sebenanya biaya Homeschooling sangatlah fleksibel tergantung kondisi masing-masing keluarga. Karena dalam Homeschooling tak ada ketentuan dalam menentukan sarana belajar. Bisa menggunakan buku bekas, internet maupun belajar dari keseharian. Disinilah perbedaanya dengan sekolah. Mungkin di sekolah kita diwajibkan membayar uang Gedung dan sejenisnya, yang nantinya akan digunakan untuk membangun sarana olahraga, membeli  alat drumb Band ataupun alat musik. Jika anak kita memang berminat pada bidang-bbidang tersebut, mungkin akan berasa manfaatnya. Namun jika anak kita ternyata mempunya minat yang berbeda hal itu tentu kurang bermanfaat bagi anak kita. Sedangkan di Homeschooling, biaya yang  dikeluarkan bisa langsung digunakan untuk keprluan anak sesuai denagn minat dan bakatnya.
5. Kalau saya mending dijalani dua-duanya, ya Sekolah ya Homeschooling.
Kami pernah mendengar hal itu dari seorang teman . Mungkin maksudnya adalah anak tetap bersekolah ( sekolah formal) sesudah pulang anak belajar di rumah. Menurut artikel yang pernah kami baca, ( artikel lengkap bisa klik disini ) salah satu substansi Homeschooling adalah bahwa Homeschooling adalah pendidikan alternatif ( bukan sekolah ) . Jadi ketika anak-anak masih menjalani sekolah formal, meskipun sesudah di rumah ia belajar dengan metode-metode ala Homeschooling tidaklah bisa dikatakan Homeschooling. Orang tua yang menyekolahkan anaknya berarti bukan Homeschooling, Homeschooling adalah Homeschooling, sekolah adalah Sekolah.( bersambung )